Berikut adalah silabus 20 sesi @1,5 jam untuk topik:
Optimasi Kinerja Model Deep Learning dalam Deteksi Objek Otomatis Menggunakan YOLOv5 dan Transfer Learning
Fase 1: Dasar-Dasar Deteksi Objek dan Deep Learning (Sesi 1–5)
Sesi 1: Pengantar Deteksi Objek dan Deep Learning
-
Apa itu deteksi objek?
-
Perbedaan image classification, object detection, dan segmentation
-
Konsep dasar CNN (Convolutional Neural Network)
-
Studi kasus YOLO dan arsitekturnya
Sesi 2: Mengenal YOLO (You Only Look Once)
-
Evolusi YOLO (v1 – v8)
-
Fokus pada YOLOv5: arsitektur dan keunggulan
-
Input-output format YOLOv5
-
Tools yang digunakan: Python, PyTorch, Google Colab
Sesi 3: Instalasi Lingkungan dan Tools
-
Instalasi Python, PyTorch, dan YOLOv5
-
Struktur folder dan dataset YOLO
-
Praktik setup Google Colab dan CUDA untuk training
Sesi 4: Dataset dan Format Anotasi
-
Dataset deteksi objek populer: COCO, Pascal VOC, custom dataset
-
Format anotasi: YOLO format, .txt file, labelImg
-
Hands-on: Anotasi gambar dengan LabelImg
Sesi 5: Pra-pemrosesan dan Augmentasi Data
-
Resize, normalize, augmentasi (flip, crop, blur, dll)
-
Menggunakan Albumentations dan augmentasi built-in YOLOv5
-
Evaluasi pengaruh augmentasi terhadap training
⚙️ Fase 2: Implementasi YOLOv5 dan Transfer Learning (Sesi 6–10)
Sesi 6: Training Model YOLOv5 dari Awal (Baseline)
-
Menyiapkan
data.yaml, konfigurasitrain.py -
Memulai training model YOLOv5
-
Memahami metrik: mAP, precision, recall, F1-score
Sesi 7: Evaluasi dan Visualisasi Hasil Deteksi
-
Visualisasi bounding box
-
Analisis hasil prediksi (TP, FP, FN)
-
Menggunakan TensorBoard untuk monitoring
Sesi 8: Transfer Learning pada YOLOv5
-
Konsep transfer learning dan pre-trained model
-
Fine-tuning dengan dataset kecil
-
Menggunakan pretrained weights (YOLOv5s, YOLOv5m, dll)
Sesi 9: Hyperparameter Tuning
-
Mengatur batch size, learning rate, epoch
-
Menggunakan
hyp.yamluntuk tuning otomatis -
Eksperimen: membandingkan hasil tuning
Sesi 10: Cross-validation dan Overfitting
-
Teknik validasi: K-Fold, holdout
-
Mengatasi overfitting dengan regulasi dan augmentasi
-
Early stopping, dropout (secara teori)
Fase 3: Optimasi dan Inference (Sesi 11–15)
Sesi 11: Model Compression dan Quantization
-
Pengantar model kompresi
-
Quantization-aware training (QAT)
-
Konversi ke TorchScript atau ONNX
Sesi 12: Deployment untuk Inference
-
Inference dengan video, webcam, dan image stream
-
Menggunakan OpenCV untuk real-time inference
-
Contoh aplikasi deteksi objek langsung
Sesi 13: Penerapan Transfer Learning Multi-Class
-
Multi-class object detection
-
Strategi memperluas jumlah kelas
-
Evaluasi performa multi-class dengan mAP
Sesi 14: Penggunaan GPU vs CPU dalam Inferensi
-
Perbandingan kecepatan dan akurasi
-
Profiling penggunaan memori
-
Konfigurasi hardware untuk YOLOv5
Sesi 15: Optimasi dengan TTA (Test Time Augmentation)
-
Pengertian TTA dan fungsinya
-
Implementasi TTA di YOLOv5
-
Analisis pengaruh TTA terhadap hasil deteksi
Fase 4: Eksperimen, Studi Kasus, dan Dokumentasi (Sesi 16–20)
Sesi 16: Studi Kasus 1 – Deteksi Kendaraan di Jalan Raya
-
Dataset kendaraan
-
Fine-tuning YOLOv5 untuk deteksi mobil, motor, truk
-
Evaluasi hasil dan mAP
Sesi 17: Studi Kasus 2 – Deteksi Buah untuk Otomatisasi Pertanian
-
Dataset buah (tomat, jeruk, cabai)
-
Preprocessing dan anotasi khusus
-
Eksperimen dengan model ringan (YOLOv5n)
Sesi 18: Integrasi dengan Aplikasi Web atau Mobile
-
Dasar Flask/Streamlit untuk demo model
-
Export hasil ke JSON atau REST API
-
Visualisasi prediksi via UI
Sesi 19: Dokumentasi, Analisis, dan Presentasi Hasil
-
Menyusun laporan eksperimen
-
Visualisasi hasil mAP dan loss selama training
-
Tips menyusun dokumentasi teknis dan non-teknis
Sesi 20: Ujian Mini Proyek
-
Mahasiswa membuat proyek mini deteksi objek berbasis YOLOv5
-
Presentasi hasil (dataset, proses, tuning, hasil)
-
Penilaian dari akurasi, inovasi, dan dokumentasi